Sudah masuk tahun ketiga aku buka praktek di sini semuanya berjalan biasa-biasa saja seperti layaknya praktek dokter umum lainnya. Sungguh mati, baru kali ini aku “menghayati” bentuk tubuh pasienku. Bokeb Daging bulat itu seolah terbebas. Kembali aku naik ke pembaringan, merebahkan tubuhnya, dan mulai melepas kaitan dan rits rok pendeknya. Perutnya yang putih mulus rata, dihiasi pusar di tengahnya dan BH cream itu nampak ketat menempel pada buah dadanya yang ampuun .. Berdegup jantungku, sewaktu dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas CD-nya terlihat, hitam juga warnanya. aku kan pria tulen yang normal. Ada hal lain yang juga tak biasa. Jelas sekali, disengaja atau tidak, Syeni telah terangsang .“Oh . Okey, deh. Aku tak berbuat apapun. dua kali”“Ibu ingat makan apa saja kemarin ?”“Mmm rasanya engga ada yang istimewa .




















