Sampai di mejanya, dengan senyum yang tak pernah kubuat-buat kami akhirnya saling berkenalan. matanya melirik tajam penuh arti, meskipun bukan pandangan nakal. Bokep Arab dan kejadian juga yang kedua sekali lagi aku tak mampu bernapas dadaku sesak kandung kemihku serasa dibetot-betot….(namanya juga ngentot….)
But
No body perfect at last…
di puncak kenikmatan yang teramat sangat ini pejuhku terasa bagaikan air bah dari dam yang dijebol dinamit…. baru sekali ini aku ngrasain yang kaya gini….. tak tampak lagi kepiluan di matanya. ah untung sempet istirahat pikirku… Aku buka dasi, ID, wing, bolpoint lalu kuletakkan diatas meja dengan rapi beserta topi petnya. “makasih, sibuk ya?” “belum” “banyak tamu” “biasa mas” “nanti ngobrol yuk” “ini juga ngobrol” katanya “Temen kamu mana ?” “ke pantry” ……mukanya memerah….jengah kali..




















