Aku coba mendekatinya lagi sambil melepaskan celanaku. “Kalau begitu, pulangnya dengan saya saja, ya?!”
Katanya seperti berbisik ditelingaku karena derasnya angin karena laju kendaraan. Bokep Live Jantungku berdegup kencang, aku tahu Kak Rini mengetahuinya, tapi ketakutanku dikalahkan oleh nafsuku dan tanganku mulai berani menyibak dan mengelus rambutnya…
“Kakak harum…” kataku tanpa disengaja karena sensasi yang ditimbulkan oleh suasana seperti ini…
“Biarin… kamu aja yang bau… wwek!” Katanya mengejekku.Setelah menyibak rambutnya, kuberanikan mencium tengkuknya, Kak Rini tampak kaget walaupun sesaat, dan dia tetap mengarahkan pandangannya ke layar tv walaupu aku tahu tidak konsen lagi dengan acara tv. Dan… crot.. “Biarin…!!” Balasku dan kami sama-sama tertawa. “Biarin…!!” Balasku dan kami sama-sama tertawa. Rasa kangen makin menjadi-jadi setelah tiga hari tak bertemu dan melihat Kak Rini mengenakan dasternya yang menurutku sangat seksi.




















