Sampai dengan alternatif untuk tinggal di rumah kakak ibunya.Mendengar antusiasnya kedua orang tuanya, membuat semangat Nanang bertambah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Bukit kemaluan Diah yang hangat membuat Nanang semakin bernafsu dan membuat nafasnya semakin terengah-engah.“Kak cepat dong kerjakan PR yang satunya lagi. Bokep STW mana saya ingat Pak, itu kan sudah bertahun-tahun.”Selanjutnya obrolan dengan Pak Dadi yang belakangan ini diketahui selain kepercayaan di kantor, ia juga sebagai tangan kanan Tuan Budiman. Hal itu membuat nafas Nanang naik turun.Diah tidak peduli dengan apa yang terjadi pada batang kemaluan Nanang, malah Diah semakin terus bermanja-manja dengan Nanang yang terlihat bermalas-malasan dalam mengerjakan PR-nya itu.




















