Dan itulah pertama kalinya ada laki-laki lain yang melihat rambut sepunggungku yang terurai.“Pak” kataku mengalihkan kekagetanku. Lalu dia memegang payudaraku yang masih tertutup oleh BH berwarna hitam.“Shhhh…pelan pelan Pak”
“Maaf Yul, kamu kesakitan ya, kencang sekali payudaramu, bisakah kamu membuka BH ini Yul?” pintanya lagi.Entah kenapa aku menurut saja dan membuka semua baju dan juga BH ku. Bokeb Kan kamu sudah sering tidur sendirian di kamar hotel?” tanyanya bingung. Tak ada yang makanan special di tempat tersebut. Memang suamiku menaruh kepercayaan kepadaku setiap kali aku akan pergi dengan bosku. Tapi aku tepis lamunanku itu karena teringat suami dan anakku dirumah.




















