Kami masih bertindihan, penisku masih di dalam tubuhnya. Bokep Cina Kami sempat saling salah tingkah pada menit-menit pertama Alia masuk ke kamar hotel. “Entar Mas, mau ke kamar mandi.” Dia bangkit, masuk kamar mandi dan pintunya dikunci. Kami masih bertindihan, penisku masih di dalam tubuhnya. Pelan-pelan dong.”
“Oh, sorry Yang.”
Kukecup keningnya semesra mungkin, penuh perasaan. Inilah tubuh yang beberapa hari terakhir ini terus tertutup walaupun banyak kali aku ‘menyuntik’ maniku. Dagunya kugigit pelan, Alia melenguh Lehernya kutelusuri dengan bibirku, Alia mengkikik. “Gue jemput sekarang,” Penisku berdenyut. Tubuhnya mengejang. Alia masih berpakaian lengkap, kecuali celana dalamnya yang sedikit bergeser ke bawah tapi masih nempel di pahanya. Menenangkan maksudku. “Bisa nginap dong.”
“Beres,” sahutnya. “Tulis laporan. Dadanya tak boleh disentuh. Itulah yang sedang kualami. “Emang kalo ke kantor gue mesti pakaian begini?” sambungnya.














