Aku kaget rupanya dia menceritakan semuanya dengan blak-blakan. “Ooohhb….”, desahku menikmati kuluman Minoru.Zenit sudah tertidur dengan posisi terduduk, dia sudah memberikan kesempatan ini padaku. Bokeb Minoru memelukku kencang,“Tolong mas…”, rintihnya seperti akan berejakulasi. Video ini harus terus ku simpan, selain bisa sebagai bahan coliku, aku juga bisa terus mengancammu.Ku ulurkan tangan kananku sementara tangan kiriku masih memegang handycam. Melihat itu aku sedikit prihatin.Apa boleh buat, aku masih punya kesempatan yang lain, Minoru berjanji akan menemaniku lagi lain hari, lagian aku juga merekam semua aksi ini, akan menjadi sebuah ancaman jika Minoru tidak memenuhi janjinya.“Ya sudah…”, kataku lalu mencabut kontolku. Aku akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.Aku menghentikan sepongan Minoru ketika aku merasakan gejolak di selangkanganku semakin meningkat, aku tidak mau cepat berejakulasi.Ku tarik kontolku menjauhi bibir Minoru, lalu ku angkat tubuh Minoru dan ku rebahkan di ranjang.




















