Karena memang udh janji mau bayar taruhan,akhirnya akupun mengajak dia makan dan membelikan dia sebuah kaos dan jaket disalah satu distro dikotaku. Bokeb Ga brani ?”,ujarku. “Kataku lah. Dia mulai menghisap penisku,nikmat sekali walau terkadang masih terkena gigi. Jilatanku merambah kebawah,dan mulai kuciumi selangkangannya. Rumahnya didaerah pedesaan yg lumayan jauh dr pusat kota. Orang ga ada Ayah aja koq.”katanya. Bbrp menit kemudian,kuminta berganti posisi. Janji ya. Aku yang sudah tak sabar drtd hanya menunggu diiringi dgn menggeliatnya si Otong. “Ugghh….”,desah Nana sambil menggeliat. Nana pun menjilati kepala penisku disela2 mengocok batangnya. Lalu perlahan dia mulai memelorotkan hot pant nya itu sedikit kebawah. Dia berdiri didepanku tepat,dan kurasakan tangannya mulai melonggarkan sabuk,lalu membuka resleting celanaku. “Lho…tapi kan belum sampe bawah. Kusodorkan penisku kearah mulutnya,dan Nana membuka mulutnya.




















