Aku kan gak punya apa-apa?!”, tanyanya kebingungan.Sepertinya ia takut gak bisa dapet pinjaman uang dariku.“Terserah kamu aja deh, apa imbalan dan jaminannya!” katanya lagi, dari nada suaranya terdengar kalau dia sudah putus asa.Tiba-tiba aku dapat ide briSitan.“Gini.. Bokep STW Dan setelah itu maka Sita pun akan berlari kecil kembali. Akupun jadi teringat bahwa akupun menyuruhnya untuk tidak memakai CD di balik roknya. Aku turun” jawabku.Kemudian aku turun ke ruang baca, karena di sanalah telepon diletakan, di sebelah kiri sofa besar. 50 ribu, dan memberikan kepadanya.“Ini bonus buat pertunjukan yang tadi” kataku.Hatiku sebenarnya berharap Sita menolaknya, tapi harapanku ternyata salah, Sita malah mendekat dan mengulurkan tangannya menerima uang pemberianku. Aku sendiri sih tidak pernah ambil pusing sebelumnya, tapi sekarang lain cerita.Saat aku sedang berfikir, apa yang akan aku lakukan padanya sebagai pelajaran buatnya, sekaligus memuaskan hobbyku yaitu senang




















