Pantengin terus blog ini untuk membaca cerita panas terbaru lainnya yang tak kalah bikin konak. Bokep China jujur, bukan rasa iba sebenarnya, tapi karena aku memang tidak ada acara lagi dan tidak ingin untuk segera pulang ke rumah. Para tetangga ternyata punya pikiran yang sama, apalagi saat itu aku memang berusaha untuk bertutur kata dan bersikap se-sopan mungkin kepada mereka, meski soal identitasku memang aku memilih untuk berbohong. Tentu saja setelah memastikan keadaan mbah Suliyem yang masih bisa bangun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Kuambil kembali tas uangku dan kuambil lima lembar uang lima puluh ribu rupiah, kuhitung di depan mbah Suliyem semua uang yang sudah aku berikan kepadanya.“Mbah, ini saya tambah lagi mbah, semuanya lima ratus ribu rupiah, buat simbah, silahkan ambil dan simpan asal saya boleh entotin simbah atau kembalikan semua uang




















