Aaahh.. Bokeb Otak gue ringan banget rasanya.”“Gue mandi dulu ya?” Fita memotong pembicaraan kami. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan aku hanya dua kali dijatah Naya. Payudaranya menekan dadaku, begitu kenyal rasanya. Naya ngantuk niih..”Kalau sudah begitu, percuma saja. Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranyamenggantung bebas di depan wajahku.“Van, perah susu gue ya?” pintanya nakal. burungku semakin mengeras. Hanya saja, kalau di tempat tidur dia sangat “hemat”.Nafsuku terbilang tinggi. Ami mendesis pendek, lalu menghela nafasnya. Dan dia sebelum tidur selalu menyempatkan diri untuk cuci muka. Sebagai istri, dia hampir sempurna. Fita namanya. Pendek kata, akhirnya kami makan satu meja.Sambil makan, kami mengobrol.




















