Si Kumis kembali memandangi Sherly dan kali ini pandangannya terkonsentrasi ke arah payudara istriku.Hampir semenit penuh ia memandangi tubuh Sherly. Sex Bokep Kami berdua berdiri hanya dengan pakaian dalam kami.Si Kumis berkata sesuatu yang sama sekali tidak dapat kumengerti. Setelah beberapa saat, aku menanyakan padanya apakah ia terangsang saat itu.Mendengar pertanyaan itu, Sherly langsung mencak-mencak dan mengambek. Tak ada ekspresi yang berubah dari wajah Sherly.Sejak tadi ekspresi yang terlihat hanyalah ekspresi kecemasan. Karena tak mau melihat dirinya merajuk lagi, akhirnya aku menerima penjelasannya dan meminta maaf karena telah berpikiran seperti itu.Sebenarnya di dalam otak, logikaku terus berputar. Matanya menatap tajam Sherly.




















