“Kalau begitu Suti pulang ya…” Suti pun pulang meninggalkan tempat itu. Kita harus cepat ke darat. Bokep China Kalau tidak, nanti kita keasyikan dan lupa memperbaiki jaring,” kataku. Kami takut, ikan kamitak laku, kami pulang ke tepian. Sampai dia menjepit kepalaku dengan kedua kakinya. ada yang kena ada yang kosong. Aku diam saja. JUga makan. Orang-orang sudah berlalu lalang mau melaut. Kami memakannya dengan riang. Semua ikut memuji kami, aku dan SUti Dia sudah cekatan nampaknya. Mereka dinikahkan dan ayahku menjadi walinya. “Kenapa?”
“Entah. Gairahku muncul. Aku terus memeluknya dan menempelkan kontolku ke tempiknya. Kedua lututnya bertumpu pada lantai. Ibu menemani ayah ke rumah sakit dengan membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Seharusnya kau banga pada anak laki-lakimu itu,” kata ibu. Aku ingin mendengar desahnya, seperti desah isteri Lek Parto.




















