Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dgn Lidya. Bokep SMA Semakin dekat saja jarak wajah kami. Padahal aku sudaH punya mobil. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya laki laki, jelas sekali kalo aku sangat dimanja. Kembali Lidya mencium bibirku. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Namun aku yang polos tak tahu apa arti semuanya itu. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Bukan hanya itu saja, dia juga melepaskan celanaku hingga yg tersisa tinggal sepotong celana dalam saja Sedikitpun aku tak merasa malu, karena sudah biasa aku hanya memakai celana dalam saja kalo di rumah.Lidya memandangi badanku dan kepala sampai ke kaki. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti




















