“Eh.. Tapi Papa tampaknya terganggu dengan gerakan ku.“Ted.. Vidio Porno ngga jelek” kataku.Aku langsung duduk di samping ibuku yang sedang bertelanjang dada itu.“Sana makan dulu Ted” kata ayahku.“Sudah Pah… tadi ada temen yang nraktir” kataku sambil tetap menatap pembantu kami yang bernama Dewi sedang menghisap kontol ayahku.“Lagi ngapain sih ma..?” tanya ku.Ibuku hanya tersenyum saja.“Sudah Tuan..?” tanya si Dewi mungkin dia agak canggung diperhatikan olehku.“Belum dong Dewi….. Ahh.. lalu aku melihat lubang anus Mama.”Wah.. shh. hmmmpp… cpot.. kamu dapat giliran penuh…” kata Papaku.“Mammaa…” adiku ternyata sudah pulang diantar oleh Mang Ikin supir keluarga. memang hal seperti ini sudah tidak asing lagi dipertontonkan kepada kami, tapi kami berdua sepertinya mempunya pikiran yang sama….




















