Devi berharap diantara suku asmat tersebut ada yg cukup mengerti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.Hari ketiga , Devi mulai tak nyaman dengan tempat berlindungnya. Bokep STW Satu jam berjalan, Devi sudah bermandikan keringat, gaunnya sudah tercetak menempel di tubuhnya, ia pun beristirahat sejenak. sebuah pondok di kejauhan membangkitkan lagi semangatnya, ia bergegas menuju kesana, di dinding pondok tersebut tercetak nama sebuah perusahaan penambang emas di papua.Dengan panik Devi menggedor pintu pondok tersebut. ia dapat merasakan semburan demi semburan hangat memasuki tubuhnya, barulah ia menjerit dan menangis , menyesali semua itu, jika sampai hamil maka hancurlah seluruh karir modelnya.




















