“Benar Wil?” tanyaku. Ia tak merasa ada yang aneh dengan kejadian semalam. Bokeb Aku segera menolehkan pandanganku dari kontolnya. Menghentak-hentak. Mataku langsung menatap ke arah kontolnya. Termasuk saat bercerai dengan Papa. Aku ingin berenang pagi-pagi di kolam renang yang ada di halaman belakang rumahku. Mama tak sadar dengan kehadiranku, karena saat itu ia sedang memejamkan matanya sambil mendesah-desah. Ia tetap cuek aja seperti biasanya. Itu pengalaman keduaku melihat kontol si Willy. Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Semua orang sudah tidur kayaknya. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Dia juga masih kuliah. Dia tak menggenakan pakaian apapun menutupi tubuhnya. Pernah kepikiran buatku untuk ngintip dia saat ngentot dengan Mamaku atau si Mimi.




















