Mukaku merah padam, bahagia rasanya bisa memuaskan Rini. Kutarik tubuh Rini supaya mulut Rini kembali sejajar dengan kontolku dan kuarahkan kontolku ke mulutnya kembali “Jangan Teh, jangan ke situ, aku gak suka” “Okemmm…… mmmm…. Bokeb Gw gak bisa ambil chance cuma segitu” Kawanku ini seorang akuntan yang handal, semuanya diperhitungkan dari sudut pandang matematis. Aku beberapa kali berusaha merubah posisi menjadi man on top lagi namun Rini menahan. Gw bukannya mau ngungkit2 apa yang udah gw pernah bantu ke lo. Aku kali ini benar-benar canggung bertemu dengan mereka, tidak seperti biasanya “Eeehh hai.. Hey men, lo sobat gw cuma kalo ngebayanginnya masih gimana…” canggung deh kita bertiga.




















