Menurut Rina jika dia setiap minggu “mampir” ke rumah Mbak Ambar, lumayan bisa menyamai gaji suaminya, malah sering-sering lebih. Bokep Live “Ngobrol aja dulu mas, kalau nggak cocok boleh cari yang lain,” kata si Mbak tadi berbisik di telingaku. Kuakui makanan di warung Mbak Ambar memang luayan enak. Kalau Rina, bekerja sambilan begini tidak setahu suaminya. Ketika itu meja-meja kosong. “Ah masnya genit nih,” katanya sambil meminta dulu ke kamar mandi. Semua kerja bisa aku selesaikan sebelum makan siang. Suatu waktu jika ada tugas ke Yogya, aku prioritaskan “ bertamu” ke alamat yang diberikan Pak Catur. Dia akhirnya benar-benar minta ampun karena badannya terasa lemas sekali dan ngantuk. Seperti para STW tadi mereka juga mondar-mandir di dalam warung itu. Tempat rendezvous itu ternyata adalah milik Mbak Ambar yang tadi menyambutku. Kami berempat menghabiskan malam itu sambil mencoba




















