Sebenernya ruang kerja kami agak berjauhan, tetapi karena sama-sama mengerjakan jenis pekerjaan yang menyangkut dengan data, maka setiap hari, kami selalu bertemu ditempat foto copy.Awalnya sih, aku hanya sekedar mengagumi kecantikannya, karena dengan hidung yang bangir, bentuk bibir yang sensual, di hiasi lesung pipit di kedua pipinya, membuat semua yang ada di dirinya terlihat sempurna. Jilati terus yang.. Bokep Montok Sayang.. Mungkin karena aku tidak konsentrasi dengan apa yang sedang kami bicarakan.Laura bertanya “Pak, kok kadang-kadang ngejelasinnya tidak nyambung sih??”. Mendapat perlakuan begitu, Laura mencoba melepaskannya, dan mengingatkan, kalau kita masih ada dilokasi umum, tidak enak terlihat banyak orang.Akhirnya kami memutuskan mencari tempat yang cocok untuk berduaan. Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya. Dengan tersenyum, dia mencoba untuk melepaskan CD yang masih melekat ditubuhku.




















