Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Bokep Korea “Ya Erik..aku adalah milikmu. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Sakit!! Wanita itu mengerang dengan keras. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Pintunya terbuka sedikit. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. “Erik marah..”, pikirku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Aku memekik dan mulai menangis. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah.




















