Aku masih mematung. Bokep India Angin menerobos dari jendela. Tapi belum begitu lama ia pindah ke betis.“Balik badannya..!” pintanya.Aku membalikkan badanku. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu. Duduk di tepi dipan. Dan kubuka celana pantai. Atau mau gunting? Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Tidak perlu diantar. Yes.., akhirnya. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Apa katanya nanti? Aku menurut saja. Mendadak jari tanganku dingin semua. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan.




















