Diana memeluk aku , dijilat-jilat pelan telinga aku “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang aku lagi
“kepengin”” Diana berbisik. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. Bokep Family “Pantas, alisnyapun lebat” pikir aku. “Aku gantian, Pak” Diana ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan aku pada pak Sebastian. “Ekh..ekh..ekh”.terus menerus suara Diana terdengar keenakan. namun aku tak mau terlibat cinta dgn karyawati aku, apalagi Making Love, meskipun aku sendiri belum menikah, wibawa aku sebagai boss bisa luntur jadi bubur.Alkisah aku memesan alat USG dua minggu yg lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut dihadapan aku. Diana tentu saja tak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini.




















