Dengan sekuat tenaga, Luzia menarik tangannya, ia sampai menangis dan tangannya terasa sakit. Tangannya tak bisa bergerak, namun ia merasa menang saat Rysh mulai menyentuh bagian dadanya.Kecupan bibir kembali berhenti, Rysh segera menjilat bagian dagu Luzia, “Zizi, apa kau sangat mencintaiku?” suara Rysh terdengar begitu berat.“Ya, ah Rysh,” ujar Luzia pelan, ia mendesis pelan apalagi saat Rysh menjilat bagian pipinya, pria itu juga mulai mengembuskan napas pelan di bagian telinganya.“Benarkah, kenapa kau tidak mencintai Arth lagi?”Luzia menggeleng, ia tidak mencintai Arth lagi, itu sudah sepantasnya dan ia tak ingin mengingat kejadian memalukan itu. Bokep India Pria itu menarik kejantanannya dari bibir Luzia, lalu meraih tubuh Luzia dan membawanya ke balkon kamar.“Aku akan memuaskanmu,” ujar Rysh.Luzia tak bisa melawan, ia hanya menurut. Ia berdiri di depan ranjang, dengan mata yang menatap tajam pada Luzia.“Kau!” Luzia memberontak, ia benar-benar




















