Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat kemaluanku.”Aku menengadah untuk menatap matanya. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Bokep Jangan ada setetes pun yang tersisa.. Sangat kontras dengan pahanya yang putih.Aku merinding. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus klitoris yang berwarna pink. Aah,. Paha itu pun nampak semakin jelas. Aku tak ingin ada setetes pun terbuang.Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Kucium lipatan di belakang lututnya.Bu Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Aroma yang tercium seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Bagaimana, Bay..?”“Hmm.. Sambil melepaskan sepatu itu. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalem lagi. Bayu.. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Lia menarik telapak kakinya dari pundakku.




















