Teman-teman, sebenarnya akutak tahu kenapa kita ke tempat itu, (bukannya ke hotel misalnya..) nalurimembawa tanganku untuk menuju ka sana.Sementara hujan akan segera mengucur…
Sampai di Kedung Kayang suasana sangatlah sepi. Meskipuntiada kata cinta yang terucap, aku hanya mengerti, apa arti senyumannya itu.Tanpa banyak tanya, aku starter lagi motorku yang sejak tadi kuparkir dipinggiran sungai Progo, aku pacu seolah ingin berburu dengan hujan yangsewaktu-waktu mungkin tiba. Bokep “Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau hujan nih..”. Aku tersenyum, lalu dengan cepatkusambar lagi lehernya dengan nafsu yang tak dapat kutahan lagi. Kamiberpandangan, lalu berpelukan.Setelah gerimis agak reda, waktu telah menunjukkan pukul lima seperempat. Aku bersyukur,mereka tidak datang sejak tadi mengingat tempat kami berkarya tadi relatifsangat terbuka.




















