Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Bokep Crot Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Erik bergeser ke sampingku. Kamu itu perempuan apa??!! Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek.




















