Kugandeng lengannya menuju jok belakang. Pathetic, untuk cowok sepertiku. Bokep India Anganku melayang, kujatuhkan tubuhku di tempat tidur, menunggu reaksi obat bekerja. Nia mendadak menggerak-gerakkan genggamannya pada batang kemaluanku. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku. Nia bangkit, mendudukkan dirinya, dan menarik pundakku. Hup. “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. setahun yah?”
Ah ya setahun, lama memang. Sempat terpikir olehku tentang apa saja yang telah diceritakan Enni kepadanya mengenai hubungan kami. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. “Apa..?”
Susu-nya itu loh, menempel di ubun-ubunku, seandainya aku bisa berkata begitu saat itu.




















