Nani masih saja tertunduk sambil menangis, kedua tangannya diletakkan diatas pahanya. Bokep Montok Sejenak berhenti, kemudian maju dan mundur secara berirama warno menggenjot Nani. warno agak terkejut dan sedikit mengangkat pantatnya manakala tangan Nani menyentuh kelaminnya. Apalagi tangan kanan warno mulai membuka handuk satu-satunya yang masih ia kenakan sebagai penutup kemaluannya.Dengan sekali tarik, tampaklah oleh warno kemaluan Nani dihadapannya, rambut kemaluan yang tebal berwarna hitam tampak acak-acakan menutupi bibis vagina milik Nani. Barulah ia sadar akan apa yang terjadi, ia telah menghianati suami, telah menyerahkan sesuatu yang seharusnya hanya ia berikan kepada suaminya tidak kepada warno, menunduk ia sambil menangis.Sementara warno tidak tau apa yang harus dilakukan, ”maafkan aku mbak…maafkan aku, hanya itu yang keluar dari mulut warno.















