Hampir.., hampir.., dan “Creett”, Kusemprotkan maniku ke dalam mulut Sari. Bokeb Sari melepaskan ciuman, bangkit, memeriksa sekeliling. Kuminta Sari mengulumnya di situ. Kuminta Sari melepas kulumannya, banyak orang lalu-lalang. Aman. Mau ngapain di Lembang? Aku coba menawar jamnya agak malam saja. Ia meremas. Kepalanya naik turun di pangkuanku. Celaka, noda yang di celana tak bisa hilang. Ada 3 orang pegawai koperasi yang melayani toko ini, 2 diantaranya cewek. “Kita minum dulu ke sini, ya..?”, ajakku untuk mampir di tempat minum susu segar yang biasa ditongkrongi anak-anak muda. Sari makin cepat. Hanya, kemungkinan ketemu kecil, sebab proyekku di kantor itu telah selesai.




















