Yah.. ah.. Bokep Asia Kok bisa-bisanya kena bola?” Tanyanya iseng. “Alex mau dong.” Pintaku sambil menatap sekali lagi wajah pangeranku yang tampan itu. itu.. Begitu calm-nya dia sampai-sampai aku tidak pernah mendengarnya berdesah, tapi itu yang aku suka darinya, begitu maskulin dan jantan.Lama setelah kuguyuri penisnya dengan liur, dia tiba-tiba menghentikannya. Malam itu aku bertekad agar esok saya harus bisa mengatakannya terang-terangan.Kesempatan itu akhirnya datang, saat latihan berakhir, semua atlit sudah pulang, kecuali Jefri yang berada di ruangan loker. Saat dia melakukan serve, pikiranku melayang melihatnya bergaya dengan gagahnya sampai-sampai aku tidak sadar kalau bola yang ia pukul mendarat persis di pelipisku. itu.. kalo-kalo..” Belum selesai kata-kataku, Kak Jefri mendekatiku dan bertanya dengan serius.




















