Tiap sesudah muntah aku malah melirik mereka dan tersenyum. Mungkin dia bekas pekerja kasar atau mantan tentara. Bokep Colmek Tidak!! Pisau itu kemudian ditempelkan di leherku lalu digoreskan ke leherku, tapi dengan bagian yang tumpul, bukan dengan bagiam mata pisau yang tajam. Bagaimanapun rasanya emang menyakitkan, aku sampai menangis dan mengeluarkan air mata karena tadi begitu ketakutan dan kesakitan.“Kamu gak apa-apa Mita?” tanya seorang temannya. Aku membiarkan seseorang melukai tubuhku! Aku terus menjerit-jerit kenikmatan. Aku mencoba meronta, tapi apa daya tangan dan kakiku terikat. Dia menyiram seluruh tubuhku dari atas hingga bawah. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu padaku.




















