Kontolku sudah sangat tegang, dan pikiranku sekarang hanya satu tujuan. Film Porno Entah kenapa, kata-kata yang keluar berikutnya dari mulutku juga tanpa berpikir panjang ” atau kamu justru mau aku liat dan bantu kamu?” dia memandangku dengan tatapan marah, kembali ia berusaha melepaskan pegangn tanganku sambil setengah berteriak ” kamu anggap aku cewek apa?” sadar kesalahanku, aku berusaha menenangkannya. Dia tersenyum, lantas mengangguk. Tiba-tiba saja dia langsung mengambil buku-bukunya, memasukkan ke tasnya dan segera berdiri “aku mau pulang” katanya dengan ketus.Aku mencekal tangannya, dia mengibaskan tanganku, mungkin karena malu aku memergokinya dia jadi emosi. Vina yang makin terangsang tidak menyadari bahwa pembatas antara tubuh kami mulai tersingkap. Aku bangkit, membuka file dan menayangkan film BF di monitor komputerku lantas kembali berbaring disampingnya.




















