Terdengar nafas Dimas yang memburu seperti sedang maraton. Bokeb Penisnya masih tertancap, walaupun sudah lemas. Kini mereka berdua sudah benar-benar dalam posisi siap untuk melakukan. “Uuuhhkk.. Laras yang merasa jijik kontan saja melepehkan penis itu. Raut wajahnya kelihatan puas. Laras nampak kedinginan karena AC-nya menyala terus. Dimas (nama samaran sang lelaki) sudah merencanakan bahwa resepsi pernikahan ini hanya berlangsung satu hari dan hanya beberapa jam saja di gedung sewaan. Laras teriak-teriak seperti orang yang akan diperkosa. “Uuuhh!!” Laras ternyata mengalami orgasme juga. Lima menit kemudian terasa tubuh Laras bergetar dan dia melenguh panjang. Akhirnya tinggallah mereka berdua di hotel bintang lima itu. Tangan Laras mencegah tangan suaminya melepaskan celana panjangnya. Sekarang ia sudah telanjang dari pinggang ke atas. Setelah itu keduanya langsung pergi ke hotel yang telah dipesan. Dimas lalu menempelkan dadanya ke punggung Laras.




















