C’mon.. Aku hanya tersenyum. Bokep “Nggak kok Mas, aku yang salah, nggak lihat jalur orang berenang”, jawabnya sambil mengusap muka dan rambutnya ke belakang.Si dia tersenyum kembali ke arahku, sambil lirikan matanya menyapu dari muka hingga bagian pusarku.“Kenalan dong, aku Aryo, biasa dipanggil Ary”, kataku sambil menyodorkan tangan. Tak sengaja kulihat bagian dadanya karena handuk yang menggantung di pundak ditaruhnya dikursi dekat dengan alat yang kupakai.Tonjolan putingnya terlihat jelas sekali, menghiasi tonjolan indah yang kira-kira 36 b ukurannya. Blouse terbuka yang masih menempel itu disingkirkannya. Ketika aku memperhatikan dia, dia pun memperhatikanku lewat pantulan kaca cermin yang berada di depannya ketika aku mengalihkan pandangang ke kaca.Dia tersenyum kepadaku lewat pantulan cermin. “Aku asli Bandung juga, kerja di bank B**, jadi CS. Agak sedih Linda bercerita hingga..“Lin, balapan yuk ke seberang, gaya bebas”, ajakku.




















