Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Bokep Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu.




















