Dia mendesah pelan,“Hmm.. Wajahnya tampak damai sekali. Bokep Tobrut Fitri ini belum ngerti atau pura-pura siihh..” batinku.Aku langsung mengambil kesimpulan sendiri kalau Fitri itu sama seperti aku dulu. Aku bilang ke Fitri,“Fit, Mas mau cium susumu boleh khaann?” Fitri diam saja sambil memandangiku tp jawabannya adalah dia melepaskan dasternya.Aku kaget atas reaksi Fitri. Ada garis samar-samar melintang dari atas ke bawah. kuperhatikan tubuhnya. Pikiranku langsung ngeres.“Seperti apa ya isinya? Aku selalu belajar di malam hari. Tangan kiriku di dadanya, dan tangan kananku di atas memeknya. Aku mendesah keenakan.“Oooohhh.. Kepalanya menengadah sambil mendesis-desis. Belum tahu harus berbuat apa.Tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dgn wajah yg merah padam dan berkata, “Maass.. Hangat. Nanti siapa tahu ilang sendiri.” kataku.Lalu kubantu dia bangun, mengelap dipan dgn kain basah sambil melirik jam beker. Ah, ternyata hanya soal sinus, cosinus dan tangen saja.




















