Jangan,” rintihku.Namun, kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada ketika aku menonton film porno di kamarku diam-diam. Vidio Porno Ketika kusadari, ternyata pada saat itu aku mengenakan daster putih tipis pendek yang tembus pandang hingga memamerkan lekuk tubuhku. Entotin Nina, paa..” racauku. Paa..” desahku bernafsu. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Jangan, Pa. Jadi, aku tinggal di rumah sendiri. Tante Firda mendadak koma,” kata Papa segera setelah sadar dari kagetnya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.“Tenang Nin, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Putingku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Ahh..




















