Ketika aku sudah mengambil barang dan hendak berbalik, Pak Herman berdiri begitu dekat dengan diriku sehingga hampir saja kami bertubrukan. Bokeb Aku menikmati dengan sungguhsungguh, Luar Biasa!Pada akhir permainan Pak Herman terlihat amat puas dan begitu juga aku. Aku amat kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan tenang dan wajah menyeringai, Pak Herman mengancamkuAyo, berteriaklah agar semua tetangga datang dan tahu apa yang sudah aku lakukan terhadapmu! Aku tak ingin membuat ibu sedih dan kecewa. Kubiarkan ranjang moratmarit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Gila bukan?Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Herman mandatangiku lagi, aku tak menolaknya. Gairah itu begitu memuncak dan menggebugebu itu datang secara tibatiba menyerang seluruh tubuhku.Samarsamar kulihat wajah Pak Herman menyeringai di atasku.




















