Ah sial. Toh masih ada hari esok.Aq bergegas naik angkot yg melintas. Bokep Mom Di mana? Aq terlambat setengah jam. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Aq kegelian menikmati tangannya yg menari di atas kulit punggung. Nafasnya tercium hidungku. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aq turun. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aq masih terbayang-bayang wanita yg di lehernya ada keringat. Membuang napas. Kerjaan yg menumpuk sama merangsangnya dengan seorang perempuan dewasa yg keringatan lehernya, yg aroma tubuhnya tercium. Kuusap sisa cream. Hidungnya tdk mancung tetapi juga tdk pesek.




















