Hari itu ayah bilang padaku untuk memberikan amplop pada Pak Pardi, tukang kebun yang berusia 40-an, berambut keriting tingginya mungkin sekitar 160 cm-an dan berbadan kekar dengan kulit kecoklatan terbakar matahari. Dia menghentikan kocokan di kontolnya dan mengalihkan kedua tangannya di kontolku. Bokeb “Yah kalo Mas Win mau, besok juga bisa disini” jawab Pak Pardi sambil tersenyum. Iya Mas Win, enak sekali. “Ini Mas, tanem bibit jati bapak, sudah selesai sih, bapak suruh ambil ikan buat acara besok jadi saya lepas celananya biar nggak kotor,”
“Oh,” ujarku makfum.Lalu kulihat dia mengambil jala besar dan melemparkannya ke arah kolam. Kemudian Pak Pardi melepas pelukannya di tubuhku lalu mengocok kontolnya dengan sangat cepat dan kembaliCrott.. enak, pengen keluar udah bener-bener nggak kuat”Tapi sebelnya Pak Pardi menghentikan kocokan mautnya di kontolku.




















