Aku sudah 25 tahun nih” kataku.“Kamu besok-besok masih mau kan main ama aku” kata Mbak Ida memulai biar lebih akrab.“Tentu saja sayang. Film Porno Dan akupun membawa barang-barang Mbak Ida ke dalam rumahnya, kemudian aku dipersilahkan duduk di ruang tamu.“Dik Dony mau minum apa” tanya Mbak Ida.“Enggak usah Mbak, lagian bentar lagi kan saya pulang” jawabku.“Minum dulu deh sambil kita ngobrol, Mbak sudah lama nggak ada teman ngobrol. Nafas Mbak Ida semakin nggak beraturan dan mulutnya mulai mendesis-desis ketika lIdahku sudah bermain di bagian leher dan telinga Mbak Ida.“Kita ke kamar Mbak yuk” kata Mbak Ida.Kemudian kami berjalan menuju kamar Mbak Ida. Mbak juga suka kok nonton film gituan jadi baiknya kita ngobrol sambil nonton bareng” kata Mbak Ida.Lalu kuhidupkan lagi TV tersebut dan kami mengobrol sambil nonton film tersebut, ketika kuperhatiin ternyata nafas Mbak Ida nampak




















