“sorry,.. Semua yg selama ini tertutup kain baju ataupun celana sekarang jelas terlihat dihadapanku, pinggul Susi lumayan besar, pantatnya montok dan yg membuatku sangat bahagia dalah memeknya yg tdk memiliki bulu sedikitpun. Vidio Sex Dirumah, Susi ternyata pulang lebih cepat. Susi tertawa lepas sambil memandangiku. “duduk sini,…deket gue” suara Susi terdengar saat kakiku mulai menginjak ruang tv. Sehabis jam kantor, ku arahkan mobilku langsung pulang. Beberapa menit kami menyaksikan film itu. Senang sekali rasanya, memang dulu tdk pernah kuharapkan Susi yg menjadi First kiss ku, tetapi karena dia begitu baik dan menyenanggakan akhirnya kubiarkan semuanya berjalan seperti air mengalir. Seperti orang bodoh, kedua buah dadanya hanya kuperhatikan tanpa berbuat apa-apa
“kok cuman diliatin doang, aku pake lagi nih bajunya” ujar Susi ngambek
“sorry, speechless aja gue….gede amir…seumur-umur baru pernah liat yg ginian,…eh besar pula lagi dapatnya” balasku untuk meredakan




















