Sudah siap semuanya?” tanyanya“Beres Pak, tinggal menunggu perintah kapan disajikan!” sahut si chef.Pak Adi menghampiriku“Kamu siap Kir?” tanyanya“Siap Pak kapan saja kok!” jawabku tersenyum.“Hehehe…kamu memang sekretaris aqu yg hebat” pujinya, “baik kita jumpa lagi di ruang tengah!”Meja ini pun didorong menuju ruang tengah tempat jamuan berlangsung, jantungku berdebar-debar menanti pesta liar itu. Bokep Montok Ini baru satu jari..” lelaki berdarah Pakistan itu berdecak kagum memuji keahlianku.Lalu jari-jarinya disodok-sodokkan di kedua lubangku. Hhhmmm..aqu jadi ada akal, mungkin untuk membalasnya juga, dari posisi yg kurasa bisa melihat apa yg dilaqukan lelaki itu, kulihat dua wartawan sedang terkantuk-kantuk meliput jalannya sidang yg membosankan itu.“Mas…Mas…kalo mau dapet berita besar coba arahin kamera ke situ tuh!” kataqu menunjuk ke arah posisi Pak Sharif.“Hah, ada apa emangnya Mbak di sana?” si kameramen penasaran dan mengarahkan kameranya ke arah yg kutunjuk.Sebuah senyum mengembang di




















