Sumpah, enak banget…. Dia membuka mata, namun tidak menolak ciumanku. Bokep Tobrut Sementara aku meremas-rema toketnya dari luar kaosnya. Sambil duduk, aku sengaja memeluk pundak Vina sambil sesekali membelai rambutnya, Vina yang berada di sebelah kiriku dan awalnya membelakangi komputer tiba-tiba membalik badannya. Sambil berpura-pura mencoba untuk berpindah ke telinga kiri, aku mengankangi tubuhnya. “kok dicabut sich?” protesnya. Kutatap wajahnya yang terlihat seksi dengan butir-butir keringat di kening dan lehernya. Aku langsung mengenakan celanaku, dan meminta Vina untuk menunggu. “aku belum puas lho, Vina ku sayang” bisikku di telinganya. Aku tersenyum.“Filmnya habis ya?” tanyanya. Maaf banget, aku cuma bingung mesti gimana” kataku sambil membelai rambutnya sambil sedikit mencium bagian atas keningnya.Hal ini sedikit meluluhkannya, tangannya yang semula mencoba berontak kemudian hanya diam saja, bahkan perlahan dia malah memeluk tubuhku.




















