seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya. Bokep Jepang ouhhhhhh”“Enak, Baaaangg….”“Iya sayang…. “Lagi ke pasar Bang” jawabnya “Emang gak diberi tau, ya?” timpalnya lagi. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.“Siapa?” tanyaku“Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.“Oh iya, ada apa, Sa…?” tanyaku lagi“Bang, lampu di kamar aku mati tuh”“Cepatan dong!!”“Oo… iya, bentar ya” balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Rosa.Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.“Sa, kamu pegangin nih kursi ya?” perintahku “OK, bang” balasnya.“Kok kamu belum pake baju?” tanyaku heran.“Abisnya agak gelap, bang?”“ooo…!?”Aku berusaha meraih lampu di atasku. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya.










