Aku berteriak. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Bokep Indo Live Marah yaa? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Pintunya terbuka sedikit. Sakit!! Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.




















