Aku senang padanja. Bokeb Dan paling achir aku membatja artikel tentang riwajat seorang penulis jang kenamaan.Tulisan itu mcndjemukan, aku berhenti ment batja. ” Ajah djuga membawa seorang wanita cantik. Demikian juga tentang kelandjutan usaha dagang. Entah mengapa aku lantas teringat kembali pada wajah Tante. Dirumah kami tidak punja uang. Semua yang hadir memeluk dan mentjiumku Sarinem pelajan rumah kami djirga mendjadi perhatian orang ramai.Sarinem menangis tersedu-sedu. ia ramah. Diluar keinginanku terbatja djuga beberapa artikel. Tulisan dalam madjalah mentjeri- lakan tentang anak2 Aku melemparkan madjalah “Selecta” ke atas lantai dan segera bangkit. Ia seperti seorang guru jang selalu memperhatikan kelakuan murid2.Seminggu lamanya Tante tinggal di rumah, ia menyelesaikan segala urusan jang menjangkut harta-pusaka.




















