Aku yang saat itu usai menonton siaran TV hitam putih, merasakan udara begitu panas, membuat suasana menjadi gerah, kurang nyaman. Bokep SMA Dua puluh lima ribu berani deh..” -pen]. Rupanya suara ayam berkokok yang begitu keras telah membangunkan nenek yang tengah terlelap. Tapi.. Tapi kali ini lebih lembut dan penuh penghayatan. Meski statusku ikut Nenek dan Bu dhe ku, sebab ke dua orang tuaku merantau ke luar jawa, tapi terutama aku sangat dekat dengan Mbak Sekar. Tapi rasa penasaran yang belum tertuntaskan, membuatku enggan menjauhi tubuh Mbak Sekar. Enggak, aku mandi sendiri”
Aneh, untuk apa aku mesti malu sama dia? Nenek datang beberapa saat, setelah aku memposisikan diri seperti semula, sama seperti saat ia pergi meninggalkan kamar. Meski sesudahnya terasa agak perih, tapi aku sangat menikmatinya. Perlahan namun pasti, sang waktu pun berpihak kepadaku.










