Tia memandangku tajam. Vidio Sex “Ahh” Tia mendesah lagi. Salah satu gambar kukegunaaankan lensa untuk mengclosup wajah Tia. Setiap ganti baju aku menonton tubuh atletisnya. Dirinya bergerak semakin, dan baru saat sampaip di daun, dari jarak jauh aku langsung mengarahkan lensa kamera ke arahnya. Diperjalanan kurang lebih Bukittinggi, tidak lupa kami mampir di rumah makan untuk memulihkan energi. Waktu membagi2kan gambar terhadap pemain, khusus untuk Tia kusisipkan juga gambar muda-mudi, yang menurutku merupakan Tia, sewaktu sedang jalan berdua di bukit. Menurutku orangnya sama. Menonton dirinya tidak bereaksi maka kuayun pantatku jadi penisku keluar lalu masuk lagi ke memeknya. Keduanya bertubuh atletis.Aku meneruskan mencari kupu-kupu. “Asal dipotret bugil berdua dengan kamu, baru bisa”, kataku ngeledek. Lalu kami bergambar lagi, dan Tia ganti baju lagi dan berpoto lagi dan ganti baju lagi dan bergambar lagi.




















